Yorushika - The flowers are also noisy / Lirik, Makna, Terjemahan
Table of Contents
The flowers are also noisy (Hana mo Zawameku) merupakan lagu milik duo grup musik Jepang, Yorushika. Lagu ini dirilis pada 4 Maret 2026 dalam album digital terbaru mereka Ninshou (Second Person).
Official Audio
Lyrics & Romaji
風が通る 私とお前
花も騒めく正午の雨
お前は微笑む白妙の雲
› Kaze ga tooru watashi to omae
› Hana mo zawameku shougo no ame
› Omae wa hohoemu shirotae no kumo
風が通る 私を焼いて
波も色付く夕陽の影
私もお前のように夏風
› Kaze ga tooru watashi wo yaite
› Nami mo irozuku yuuhi no kage
› Watashi mo omae no you ni natsukaze
向かい風に乱高下
さようなら夏を待つ日々よ
土用波懐かしくて
また夢を見る、夢を見るのでしょう
› Mukaikaze ni rankouge
› Sayounara natsu wo matsu hibi yo
› Doyounami natsukashikute
› Mata yume wo miru, yume wo miru no deshou
待ちくたびれ、私は海へ
今は照るべき月も隠れ
お前だけ光る白妙の袖
› Machikutabire watashi wa umi e
› Ima wa terubeki tsuki mo kakure
› Omae dake hikaru shirotae no sode
夏が通る 私を抱いて
風は騒めく、今日を忘れ
私とお前だけ連れて行け
› Natsu ga tooru watashi wo daite
› Kaze wa zawameku kyou wo wasure
› Watashi to omae dake tsurete yuke
向かい風に乱高下
さようなら白南風の日々よ
遠い雲を待ち侘びて
また上を見る、上を見るのでしょう
› Mukaikaze ni rankouge
› Sayounara shirohae no hibi yo
› Tooi kumo wo machiwabite
› Mata ue wo miru ue wo miru no deshou
風が通る 私とお前
花も騒めく歓喜の雨
濡れて払う白妙の袖
› Kaze ga tooru watashi to omae
› Hana mo zawameku kanki no ame
› Nurete harau shirotae no sode
時間も天気も忘れ
夏が通る 二人を恐れ
今は恐怖も雨も忘れ
私とお前だけただの風
› Jikan mo tenki mo wasure
› Natsu ga tooru futari wo osore
› Ima wa kyoufu mo ame mo wasure
› Watashi to omae dake tada no kaze
向かい風に乱高下
お前だけ夏にただ光れ
惑うままに急かされて
また上を見るのでしょう
› Mukaikaze ni rankouge
› Omae dake natsu ni tada hikare
› Madou mama ni sekasarete
› Mata ue wo miru no deshou
向かい風に乱高下
さようなら夏を待つ日々よ
土用波懐かしくて
また夢を見るのでしょう
› Mukaikaze ni rankouge
› Sayounara natsu wo matsu hibi yo
› Doyou nami natsukashikute
› Mata yume wo miru no deshou
向かい風に乱高下
さようなら
› Mukaikaze ni rankouge
› Sayounara
Terjemahan Indonesia
Angin berhembus, aku dan kau
Bunga pun berdesir di hujan tengah hari
Kau tersenyum, awan putih yang lembut
Angin berhembus, membakar diriku
Ombak pun berwarna dalam bayangan matahari senja
Aku pun seperti dirimu, angin musim panas
Terombang-ambing oleh angin yang berlawanan
Selamat tinggal, hari-hari menunggu musim panas
Ombak musim panas itu terasa begitu nostalgia
Dan aku kembali bermimpi, mungkin aku akan terus bermimpi
Karena terlalu lama menunggu, aku pergi ke laut
Kini bahkan bulan yang seharusnya bersinar pun bersembunyi
Hanya dirimu yang bersinar, lengan baju putih yang lembut
Musim panas berlalu sambil memeluk diriku
Angin berdesir, melupakan hari ini
Bawalah hanya aku dan kau pergi
Terombang-ambing oleh angin yang berlawanan
Selamat tinggal, hari-hari angin selatan yang lembut
Lelah menunggu awan jauh yang tak kunjung datang
Dan aku kembali menatap ke atas, mungkin akan terus menatap ke atas
Angin berhembus, aku dan kau
Bunga pun berdesir dalam hujan penuh suka cita
Lengan baju putih menyeka basahnya hujan
Lupakan waktu dan cuaca
Musim panas berlalu, kita berdua pun diliputi ketakutan
Kini lupakan juga rasa takut dan hujan
Tinggal aku dan kau, hanya angin biasa
Terombang-ambing oleh angin yang berlawanan
Hanya dirimu yang bersinar di musim panas
Tersesat dan terus didesak keadaan
Aku akan kembali menatap ke atas
Terombang-ambing oleh angin yang berlawanan
Selamat tinggal, hari-hari menunggu musim panas
Ombak musim panas itu terasa begitu nostalgia
Dan aku akan kembali bermimpi
Terombang-ambing oleh angin yang berlawanan
Selamat tinggal
Makna lagu Yorushika - The flowers are also noisy
Lagu "The Flowers Are Also Noisy (Hana mo Zawameku)" terasa seperti lagu tentang dua orang yang terikat oleh musim panas, tapi hubungan itu berjalan di tengah ketidakpastian, rasa takut, dan waktu yang terus bergerak.
Liriknya dibuka dengan gambaran sederhana namun kuat, angin yang lewat di antara 'aku dan kau', lalu bunga yang ikut 'berdesir' oleh hujan tengah hari. Ini seperti simbol bahwa bahkan hal-hal kecil di sekitar mereka ikut bereaksi terhadap keberadaan mereka. Alam seolah ikut menjadi saksi, ikut gaduh, ikut hidup. Sosok 'kau' digambarkan sebagai sesuatu yang indah dan lembut, awan putih dan lengan baju putih, sebuah simbol kesucian, ketenangan, atau seseorang yang terasa seperti tempat pulang.
Namun suasananya tidak sepenuhnya damai. Angin yang berhembus bukan hanya menenangkan, tapi juga membakar, mengombang-ambingkan, dan membuat sang tokoh seperti kehilangan pijakan. Ada kalimat tentang 'angin yang berlawanan' yang terus membuat terombang ambing, seperti metafora dari hubungan atau hidup yang tidak berjalan mulus kadang dekat, kadang jauh, kadang hangat, kadang menyakitkan.
Bagian 'selamat tinggal, hari-hari menunggu musim panas' terdengar seperti perpisahan terhadap masa-masa penuh harapan. Musim panas dalam lagu ini bukan hanya sekadar musim, tapi lambang dari masa yang paling hidup, paling hangat, paling dinantikan. Tetapi ketika musim itu datang dan lewat, yang tersisa justru rasa kosong, nostalgia, dan mimpi yang terus berulang. Karena itulah kalimat 'aku kembali bermimpi' terasa seperti bentuk pelarian seolah mimpi adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan sesuatu yang sudah hampir hilang.
Ketika sang tokoh pergi ke laut setelah terlalu lama menunggu, itu terasa seperti tindakan putus asa sekaligus pencarian jawaban. Laut sering jadi simbol dari kedalaman emosi, kesendirian, dan tempat seseorang menenggelamkan rindu. Bahkan bulan pun bersembunyi, seolah dunia ikut gelap, tapi 'kau' masih bersinar. Ini menegaskan bahwa dalam kondisi seburuk apa pun, sosok 'kau' masih menjadi cahaya satu-satunya.
Di bagian akhir, mereka diminta melupakan waktu, cuaca, rasa takut, bahkan hujan. Pada titik itu, hubungan mereka seperti berubah bentuk, bukan lagi dua orang yang berpegangan, tapi dua jiwa yang melebur menjadi 'angin biasa'. Ada kesan bahwa mereka tidak lagi bisa memiliki sesuatu secara utuh, jadi mereka hanya bisa menjadi sesuatu yang lewat, seperti angin.
Dan meskipun berkali-kali mengucap selamat tinggal, lagu ini tidak terasa benar-benar selesai. Karena penutupnya kembali ke kalimat yang sama, terombang-ambing, menatap ke atas, bermimpi lagi. Ini menggambarkan sebuah siklus, rindu, harapan, kehilangan, lalu kembali berharap.
Rincian lagu
Title:
The flowers are also noisy
Hana mo Zawameku (花も騒めく)
Artist:
Album:
Ninshou (二人称; second person)
Release:
2026.03.04
Lyricist:
n-buna
Music:
n-buna
Tie up:
-

Posting Komentar