Anly - Watashi e (feat. Rafel Plana) / Lirik, Makna, Terjemahan

Table of Contents
Watashi e merupakan lagu milik penyanyi-penulis lagu Jepang, Anly, yang berkolaborasi dengan musisi Rafel Plana. Lagu ini dirilis pada 19 November 2025 secara digital, video musik animasinya dirilis pada 5 Maret 2026 di YouTube. Lagu ini digunakan sebagai lagu tema Manga Barcelona 30 Anniversary.

Official MV

Lyrics & Romaji

どこか遠く
わたしの中に
隠れている
きみに会いたい
› Dokoka tooku
› Watashi no naka ni
› Kakurete iru
› Kimi ni aitai

なにも知らない
なまえさえ
この世界の欠片
ひとつ 雫が 落ちた
› Nanimo shiranai
› Namae sae
› Kono sekai no kakera
› Hitotsu shizuku ga ochita

今 闇に飛び込んで
底に手を伸ばそう
まだ 強くなれなくても
それでいいよ
› Ima yami ni tobikonde
› Soko ni te wo nobasou
› Mada tsuyoku narenakute mo
› Sore de ii yo

いつのまにか
わたしの中に
閉じ込めていた
きみに会いたい
› Itsu no manika
› Watashi no naka ni
› Tojikomete ita
› Kimi ni aitai

壊れかけた
こころさえ
この世界の影に
ひとつ 光を 生むなら
› Koware kaketa
› Kokoro sae
› Kono sekai no kage ni
› Hitotsu hikari wo umu nara

今 闇を掻き分けて
空に手を伸ばそう
まだ 強くなれなくても
それでいいよ
私から私への
優しさを
› Ima yami wo kakiwakete
› Sora ni te wo nobasou
› Mada tsuyoku narenakute mo
› Sore de ii yo
› Watashi kara watashi e no
› Yasashisa wo

Terjemahan Indonesia 

Di suatu tempat yang jauh
Di dalam diriku
Yang tersembunyi
Aku ingin bertemu denganmu

Tanpa mengetahui apa pun
Bahkan namanya
Kepingan dunia ini
Satu tetesan pun jatuh

Sekarang terjunlah ke dalam kegelapan
Mari ulurkan tangan sampai ke dasar
Walau kita masih belum bisa menjadi kuat
Tak apa seperti itu

Tanpa kusadari
Di dalam diriku
Yang selama ini terkunci
Aku ingin bertemu denganmu

Bahkan hati
Yang hampir hancur
Jika di bayangan dunia ini
Masih bisa melahirkan satu cahaya

Sekarang mari membelah kegelapan
Dan mengulurkan tangan ke langit
Walau kita masih belum bisa menjadi kuat
Tak apa seperti itu
Dari diriku, untuk diriku
Sebuah kelembutan

Makna lagu Anly - Watashi e

Lagu "Watashi e" yang secara harfiah berarti 'Untuk Diriku Sendiri' menceritakan tentang dialog batin seseorang dengan dirinya sendiri. Liriknya terasa seperti surat yang ditulis kepada diri sendiri yang penuh refleksi, penerimaan, dan usaha untuk tetap melangkah meskipun belum menjadi pribadi yang kuat.

Di awal lagu, narator menyadari bahwa di dalam dirinya ada sesuatu yang tersembunyi jauh di dalam hati. Ia ingin bertemu dengan bagian dirinya itu, bagian yang mungkin selama ini tidak benar-benar ia pahami. Bahkan ia mengatakan tidak mengetahui apa pun tentangnya, seolah-olah ada sisi dirinya yang masih asing. Gambaran tentang 'kepingan dunia' dan 'setetes yang jatuh' memberi kesan bahwa perasaan kecil sekalipun bisa menjadi awal dari kesadaran diri.

Kemudian muncul gambaran tentang melompat ke dalam kegelapan dan mengulurkan tangan ke dasar. Ini melambangkan keberanian untuk menghadapi sisi gelap dalam diri sendiri, ketakutan, kesedihan, atau luka yang selama ini tersembunyi. Menariknya, liriknya tidak memaksa untuk langsung menjadi kuat. Justru ada kalimat yang menenangkan, 'walau kita masih belum bisa menjadi kuat, tak apa seperti itu'. Pesan ini menunjukkan penerimaan bahwa menjadi lemah pun adalah bagian dari proses menjadi manusia.

Di bagian berikutnya, narator menyadari bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang selama ini terkunci atau terkurung. Keinginan untuk bertemu dengan dirinya sendiri kembali muncul. Ini bisa dimaknai sebagai proses membuka hati terhadap perasaan yang lama disembunyikan, mungkin luka masa lalu, mimpi yang terpendam, atau jati diri yang belum sepenuhnya diterima.

Lirik tentang hati yang hampir hancur namun masih mampu melahirkan cahaya menjadi salah satu pesan paling kuat dalam lagu ini. Artinya, bahkan dari kondisi paling rapuh sekalipun, manusia masih memiliki potensi untuk menciptakan harapan atau makna baru. Luka tidak selalu berarti akhir, terkadang justru dari sanalah cahaya baru muncul.

Di bagian penutup, gambaran berubah dari 'menggapai dasar kegelapan' menjadi mengulurkan tangan ke langit. Ini memberi kesan adanya perubahan arah dari menghadapi sisi gelap menuju mencari harapan. Walaupun kekuatan itu belum sepenuhnya ada, perjalanan tetap dilanjutkan. Lagu ini menegaskan bahwa tidak masalah jika prosesnya lambat atau tidak sempurna.

Kalimat terakhir, 'Dari diriku, untuk diriku, sebuah kelembutan' menjadi inti dari keseluruhan lagu. Terkadang hal yang paling dibutuhkan seseorang adalah bersikap lembut pada dirinya sendiri. Alih-alih terus menyalahkan atau menuntut diri untuk kuat, lagu ini mengajak pendengarnya untuk memberi pengertian dan kasih sayang kepada diri sendiri.

Rincian lagu

Title:
Watashi e (わたしへ)
Artist:
Anly
Album:
-
Release:
2025.11.19
Lyricist:
Anly, Rafel Plana (english original lyrics)
Music:
Rafel Plana
Tie up:
"Manga Barcelona 30th Anniversary" song
Kyokuzora
Kyokuzora Teruslah bernafas~

Posting Komentar